Sistem Digital BAB 1
BAB 1
A. Pengertian Sistem Digital
Pendahuluan
Sistem digital merupakan konsep dasar yang penting dalam pembelajaran teknik informatika. Pada sistem digital, kita akan mempelajari tentang sistem bilangan dan konversinya, gerbang logika dan rangkaian logika, aljabar Boolean, dan peta Karnaugh.
Materi Utama
Sistem digital adalah sebuah sistem yang terdiri dari komponen elektronika dan gerbang-gerbang logika yang diproses secara biner menggunakan bilangan biner, yaitu angka 0 (nol) dan angka 1 (satu). Bilangan 0 dan 1 ini merupakan dasar dari pembentukan angka-angka digital dari 0 hingga 9.
Contoh perangkat yang menggunakan sistem digital meliputi jam tangan digital, timbangan digital, papan reklame digital, alat ukur digital, timbangan bayi digital, TV digital, radio digital, dan lainnya. Kita mengenal istilah analog dan digital. Perangkat analog bekerja berdasarkan prinsip Galvanometer, di mana arus yang mengalir melalui sebuah kumparan medan magnet dapat menggerakkan jarum pada angka tertentu. Sebaliknya, perangkat digital bekerja berdasarkan prinsip gerbang logika dengan keluaran berupa angka-angka digital.
Keberadaan sistem analog dan digital dapat dilihat dari jenis keluaran yang dihasilkan oleh perangkat. Sistem analog menghasilkan arus, tegangan, atau gerakan jarum meter, seperti spidometer pada mobil. Sedangkan sistem digital menghasilkan nilai digit, seperti jam digital.
Pada zaman sekarang, hampir semua perangkat atau alat ukur dibuat menggunakan prinsip-prinsip sistem digital. Sebagai contoh, pada awalnya, teknologi analog menggunakan alat ukur Ampere meter dengan kumparan medan magnet, dan hasilnya berupa gerakan jarum yang menunjuk ke nilai tertentu. Namun, pada era digital, alat ukur Ampere meter tidak lagi menggunakan medan magnet dan jarum, melainkan teknologi gerbang logika yang hasilnya langsung berupa angka-angka digital.
Alat ukur ini mengandung mekanik yang terdiri dari kumparan yang menggerakkan jarum pada nilai arus tertentu dengan satuan Ampere. Ampere meter di atas merupakan ampere meter arus bolak-balik (Alternating Current), di mana arus bolak-balik berbentuk gelombang sinusoidal. Selain itu, ada juga ampere meter arus searah (Direct Current), di mana gelombang arus berupa garis lurus.
Yang membedakan alat ukur analog dengan digital adalah komponen yang digunakan pada masing-masing alat tersebut. Pada alat ukur analog, digunakan prinsip Galvanometer dengan keluaran berupa gerakan jarum, sedangkan pada alat ukur digital, digunakan komponen-komponen gerbang logika yang menghasilkan keluaran berupa angka-angka digital.
Berikut ini video penjelasan BAB 1 :
Komentar
Posting Komentar