BAB 7 SISTEM DIGITAL
BAB 7
ALJABAR BOOLEAN
Aljabar Boolean
Aljabar Boolean adalah aljabar matematika yang hanya memiliki 2 bilangan yaitu 0 dan 1 (bilangan biner), aljabar boolean disebut juga penjabaran teknik logika x dan y dimana di dalam programnya terdapat diantaranya : AND, OR, dan NOT yang nanti akan saya jelaskan dibawah.
FUNGSI LOGIKA
Mungkin fungsi logika pada matematika ada banyak, diantaranya permutasi, combinasi, komutatif, asosiatif, dan lain lain yang sering kita pelajari di sekolah, namun pada fungsi logika yang akan kita bahas adalah fungsi logika yang terdapat dalam CU (control unit) pada CPU (komputer).
Komputer memiliki fungsi logika yang sama seperti logika matematika, hanya saja fungsi ini hanya menjawab 2 jawaban saja yakni true atau false (0 atau 1), contoh : 1+1= 0 (simpan 1), ini menandakan angka 1 jika di AND dengan 1 hasilnya 0 (true) bukan 2, hal in i bersifat sama seperti bilang biner.
Negasi dari suatu aljabar boolean menunjukan bahwa perubahan perintah dari true menjadi false seperti ~x (negasi x), namun jika dinegasikan lagi maka akan kembali seperti awal seperti ~(~x)=x, hal ini disebut involution, ini terdapat pada hukum De' Morgan.
FUNGSI AND DAN XAND
Fungsi AND dan XAND adalah fungsi dimana x dan y ditambahkan.
TABEL FUNGSI AND
Ini menandakan bahwa pada fungsi AND nilai x dan y jika salah satunya true maka akan true, sedangkan jika dua-duanya false maka jawabannya false, fungsi AND diibaratkan dengan penggabungan 2 buah nilai yang berbeda, sedangkan pada XAND adalah sebuah fungsi negasi dari AND.Dibawah ini tabel AND
|
AND |
0 |
1 |
|
0 |
0 |
0 |
|
1 |
0 |
1 |
Fungsi ini sering disebut fungsi perbandingan, karena pada fungsi ini jikalau salah satunya false maka hasilnya akan false pula, seperti tabel berikut:
|
OR |
0 |
1 |
|
0 |
0 |
1 |
|
1 |
1 |
1 |
Seperti yang telah kita ketahui diatas, bahwa aljabar boolean sama seperti aljabar yang lainnya, seperti fungsi logika yang memiliki AND, OR, PERMUTASION dan COMBINATION (hanya saja permutasi dan combinasi tidak akan saya jelaskan), dan seperti yang kita ketahui lagi ternyata komputer pun memiliki sistem prosesnya melalui logika yang sering kita gunakan.
Menguraikan Rangkaian-Rangkaian Logika Secara Aljabar Setiap rangkaian logika, bagaimanapun kompleksnya, dapat diuraikan secara lengkap dengan menggunakan operasi-operasi Boolean yang telah didefinisikan sebelumnya, karena rangkaian OR gate, AND gate, dan NOT gate merupakan blok-blok bangun dasar dari system-sistem digital.
A. PENGERTIAN ALJABAR BOOLEAN
Aljabar boolean adalah aljabar yang berhubungan dengan variabel biner dan operasi logik, dimana aljabar boolean adalah sistem matematika yang terbentuk dari 3 operator logika berupa "negasi", Logika "AND" dan "OR". Selain simbol logika "0" dan "1" yang digunakan untuk merepresentasikan masukan atau keluaran digital, kita juga dapat menggunakannya sebagai konstanta pada rangkaian terbuka atau rangkaian tertutup secara permanen.
Aljabar Boolean adalah operasi matematika yang berguna dalam menganalisis gerbang dan rangkaian digital, dengan menggunakan "Hukum Boolean" ini maka akan dapat mengurangi atau menyederhanakan ekspresi Boolean yang kompleks dengan maksud untuk mengurangi jumlah gerbang logika yang diperlukan. Oleh sebab itu, Aljabar Boolean adalah sistem matematika yang didasarkan pada logika yang memiliki seperangkat aturan atau hukum yang berguna dalam menentukan, mengurangi atau menyederhanakan ekspresi Boolean.
B. TABEL KEBENARAN HUKUM ALJABAR BOOLEAN
Hukum Asosiatif
FUNGSI BOOLEAN
F. BENTUK STANDAR FUNGSI BOOLEAN
Ada 2 bentuk standar fungsi Boolean: Sum of Product (SOP) / Minterm Product of Sum (POS) / Maxterm
Sum of Product Ciri – ciri:
Dalam setiap suku operasi variabelnya adalah perkalian. Setiap suku (term) dijumlahkan. Setiap suku mengandung semua variabel.
Contoh: f(x,y) = xy + x’y
g(x,y,z) = x’yz + xyz + x’y’z’ Cara membaca:
Variabel tampa komplemen dianggap bernilai 1.
Variabel dengan komplemen dibaca 0.
Product of Sum Ciri – ciri:
Dalam setiap suku operasi variabelnya adalah penjumlahan. Setiap suku (term) dikalikan. Setiap suku mengandung semua variabel.
Contoh: f(x,y) = (x’+ y) (x + y’)
g(x,y,z) = (x + y + z’) (x’ + y’ + z) (x + y + z) Cara membaca:
Variabel tampa komplemen dianggap bernilai 0.
Variabel dengan komplemen dibaca 1.
KONVERSI BENTUK FUNGSI
Konversi ke bentuk SOP
Contoh1: f(x,y) = x + x’y
= x.1 + x’y (lengkapi variabel disetiap suku dgn cara mengalikan dengan 1)
= x (y + y’) + x’y (ganti 1 dengan menggunakan hukum komplemen untuk memunculkan variabel yang belum ada)
= xy + xy’ + x’y (gunakan hukum distributif)
= m3 + m2 + m1
= (1,2,3)
Konversi ke bentuk POS
Contoh 1 : f(x,y) = x + x’y
= (x + x’) (x + y) (gunakan hukum distributif untuk menghilangkan perkalian pada setiap suku)
= 1. (x + y)
= (x + y)
= M0
= (0)
Cara membaca:
Bentuk SOP : baca baris bernilai ‘1’
Kombinasi peubahnya, tulis dalam bentuk minterm Jadi,
f(x,y,z) = x’y’z + xy’z’ + xyz = (1,4,7)
Bentuk POS : baca baris bernilai ‘0’
Kombinasi peubahnya, tulis dalam bentuk maxterm Jadi,
f(x,y,z) = (x + y + z)(x + y’ + z)(x + y’ + z’)(x’ + y + z’) (x’ + y’ + z) = (0,2,3,5,6)[7]
.png)






Komentar
Posting Komentar